Jumat, 11 Januari 2019

Pelemahan Rupiah dan Lika-Likunya

Pelemahan Rupiah yang terjadi belakangan ini bukanlah yang terburuk, memang rupiah menurun setelah sebelumnya perkasa di beberapa pekan. Ada banyak hal yang mendasari rupiah bisa kembali ke level tertingginya di tahun 2019 ini. Rupiah memang sangat tertekan dengan aktivitas global yang terjadi belakangan ini, terutama terkait perang dagang yang situasinya makin tak kondusif.

Pelemahan Rupiah
Pelemahan Rupiah
Berdasarkan data dalam Siaran Pres Akhir Tahun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2018 nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini melemah 6,42% terhadap dolar AS (YTD) hingga (18/12). Pelemahan rupiah ini bukan yang terburuk dibanding negara lainnya. Mata uang Turki, lira bahkan mengalami depresiasi sebesar 28,98% terhadap dolar AS, real Brasil (15,07%), rand Afrika Selatan (13,59%). Demikian pula, rubel Rusia (13,59%) dan rupee India (9,81%). Bank sentral AS (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuannya sebanyak empat kali sepanjang tahun ini guna meredam laju inflasi membuat dana asing keluar dari negara pasar berkembang menuju ke Amerika.

Rupiah akan segera menemukan habitatnya untuk kembali perkasa, bahkan dalam banyak tanggapan orang pun rupiah dianggap masih memiliki kesempatan untuk membalikan keadaan. Seperti halnya tahun sebelumnya yang sempat naik sangat tinggi. Namun untuk menjaga kenaikannya diprediksi tak akan pernah mudah, rupiah tetaplah menjadi rupiah yang kita kenal.

Penurunan IHSG Akan Jadi Batu Loncatan

Penurunan IHSG yang saat ini terjadi memang sepenuhnya karena reaksi pasar terjadap apa yang ada saat ini di Indonesia. Beragam reaksi pasar memang sangat mengena banyak orang, terutama jika pasar positif maka akan timbul keoptimisan yang mengakibatkan banyak dana baru yang tertanam.

Penurunan IHSG
Penurunan IHSG
penurunan harga saham di bursa Indonesia tidak terlalu dalam seperti bursa negara berkembang lainnya seperti bursa Tiongkok yang jatuh lebih dari 22% atau Turki yang juga terkoreksi 21,89% sepanjang tahun ini. Terdepresiasinya mata uang global terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membebani pergerakan bursa-bursa global. Ekonomi yang masih tumbuh 5%, terkendalinya laju inflasi di sekitar 3% serta masih menariknya imbal hasil investasi di pasar finansial domestik membuat IHSG tidak merosot terlalu dalam.

Akankah penurunan bursa saham ini mengganggu proyeksi ekonomi kedepan? Tentu saja tidak selama dapat terjaga dengan baik, Indonesia memiliki sejarah yang hebat dengan ini dan semoga semuanya kembali berjalan dengan baik dan konsisten untuk Indonesia yang maju.

Pajak WNI Masih Sangat Tinggi

Pajak WNI yang ada diluar negeri juga menjadi incaran pemerintah dengan banyaknya target yang siap direalisasikan selama 2019 ini. Ada begitu banyak upaya yang dilakukan tim pajak untuk memenuhi penerimaan negara yang sejauh 2018 cukup bagus. Ada banyak rapor positif terutama setelah terjadinya sistem amnesty pajak. Harta orang-orang yang berada diluar negeri juga kini tersorot dan alhasil mereka juga menjadi obyek pajak yang nyata untuk terus digali.

Pajak WNI
Pajak WNI
Realisasi penerimaan pajak tahun depan bisa melebihi prediksi DDTC, jika pemerintah bisa mengejar penerimaan dari wajib pajak yang menyimpan hartanya di luar negeri dengan memanfaatkan program AEoI. Pelaksanaan AEoI antarnegara bertujuan supaya pemerintah lebih leluasa melacak potensi pajak di luar negeri. Sistem ini memungkinkan dilakukan pertukaran informasi rekening wajib pajak lintas negara.

Menteri Sri mengatakan saat ini sudah ada kemajuan penting dalam kerja sama antarnegara dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak. Beberapa diantaranya, kerjasama anti penghindaran pajak melalui pengalihan laba ke negara lain (Base Erosion Profit Shifting/BEPS), pertukaran data informasi keuangan atau Automatic Exchange of Information (AEOI), serta perpajakan ekonomi digital.

Akankah pemerintah terus melaju untuk memberikan basis pajak yang terbaik untuk Indonesia? Ada banyak peluang yang bisa dikejar dan masih banyak waktu dan harapan untuk itu. Pajak adalah salah satu yang paling menjadi sumber pemasukan negara, oleh karenanya perlu untuk diperlakukan sebaik mungkin.

Kamis, 10 Januari 2019

Debat Prabowo dan Jokowi Tentukan Pilihan Rakyat

Debat Prabowo diperkirakan akan berjalan sengit seperti debat pilpres pada umumnya. Dalam hal ini Prabowo sebagai penantang Jokowi di pilpres kali ini sudah harus menyiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk membuat dirinya dinilai lebih baik dari Jokowi. Ada banyak upaya pasangan capres untuk meningkatkan elektabilitasnya, dan keduanya memiliki posisi yang sama tinggi untuk memenangkan pilpres nanti.

Debat Prabowo
Debat Prabowo
Debat merupakan program yang cukup penting dalam pilpres. Momen ini merupakan saluran bagi pasangan calon untuk menyampaikan secara utuh berbagai program dan strategi memimpin Indonesia. Tak hanya itu, debat penting bagi penduduk Indonesia untuk mendapat informasi dan wawasan kebangsaan yang mendalam. Karenanya, materi debat merupakan salah satu topik yang akan dibicarakan SBY dan Prabowo dalam pertemuan hari ini di kediaman SBY.

Prabowo telah hadir di kediaman SBY sejak pukul 15.03 WIB. Dia didampingi Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Djoko Santoso; Koordinator Konsolidasi Nasional BPN Prabowo-Sandiaga, Fuad Bawazier; Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak; dan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Rachmawati Soekarnoputri.

Akankah pada debat kali ini Prabowo akan memiliki kemampuan yang lebih ketimbang 5 tahun sebelumnya? Apakah nantinya Jokowi akan mempertaruhkan segalanya untuk meyakinkan masyarakat untuk tetap kembali memilihnya? Kita tak sabar untuk menantikan debat akbar ini.

Diversifikasi Ekspor untuk Bantu Ekonomi Dalam Negeri

Kebijakan Diversifikasi Ekspor dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengurangi terjadinya beragam masalah yang melingkupi ekspor ini. Saat ini kita semua tahu bahwa pada 2018, sektor ekspor impor masih memiliki perbedaan yang cukup tinggi dan defisit tersebut akan menjadi berbahaya bila tak segera ditangani. Kebijakan baru ini akan membuat tahun 2019 ini diharapkan menjadi lebih baik.

Diversifikasi Ekspor
Diversifikasi Ekspor
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor kepada mitra dagang utama mengalami penurunan pada November dibandingkan Oktober. Ekspor ke Tiongkok turun 7,1% dengan nilai US$ 153,9 juta diikuti ekspor ke Amerika Serikat (AS) turun 5,04% dengan nilai US$ 77,3 juta serta India turun 14,65% dengan nilai US$ 194,8 juta.

Darmin mengatakan  penurunan ekspor untuk pasar AS dan Tiongkok dipengaruhi oleh dampak perang dagang. Namun, anjloknya ekspor ke India merupakan lebih disebabkan oleh reaksi pemerintah India atas ekspor sawit Indonesia yang telah mendominasi. Akibatnya,  pemerintah India menetapkan bea masuk tinggi.

Indonesia memiliki segudang permasalahan terkait ekspor impor, dan oleh karena itu penyederhanaan dan berbagai implementasi kebijakan baru diperlukan. Tujuannya untuk mempermudah situasi dan memperbaiki rapor ekspor negera ini.

Floating Storage Terus Diperbanyak

Floating Storage dalam dunia tambang saat ini memang bukan menjadi hal yang baru. Terutama di Indonesia, negara yang memiliki laut yang sangat luas serta garis pantai terpanjang di dunia ini terkadang tidak hanya membutuhkan industri migas yang ada di pulau saja, namun juga banyak sumber daya di tengah laut yang bisa dimanfaatkan. Salah satu metode pemanfaatannya adalah dengan mekanisme floating storage ini.

Floating Storage
Floating Storage
Pemerintah terus menyempurnakan penyaluran Fatty Acid Methyl Esters (FAME) dari produsen biodiesel kepada penyalur bahan bakar minyak agar penerapan kebijakan mandatori B20 bisa lebih optimal tahun depan. Kendati demikian, pemerintah mengakui masih ada kendala terkait pengadaan terminal apung (floating storage)  untuk gudang penyimpanan FAME di Tuban, Jawa Timur.

Tuban dipilih menjadi lokasi kedua untuk  titik floating storage setelah Balikpapan, Kalimantan Timur. Meski demikian, realisasi penempatan floating storage di Tuban masih mengalami kendala perizinan.  "Harus ada AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan segala macam, tetapi itu kan lama," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Selasa (18/12).

Akankah makin banyak titik sumber daya energi yang dikeruk menggunakan mekanisme ini? Tentu saja selama itu memang memiliki nilai yang besar, karena pada dasarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengeruk di tengah laut akan sangat tinggi, bahkan jauh lebih tinggi bila dibandingkan di pulau.

Vlog Competition Terbaru

Vlog Competition adalah salah satu kontes yang memenangkan banyak hadiah. Dan saat ini, Katadata mengadakan lomba vlog tersebut dengan hadiah mencapai angka 60 juta. Angka ini salah satu yang tertinggi dan jika anda ingin mendapatkannya, anda hanya perlu mengikuti persyaratan yang ada.

Vlog Competition
Vlog Competition
Lomba vlog kali ini bertema tentang perempuan, namun bukan berarti anda yang laki-laki tak boleh mengikuti lomba ini. Lomba ini terbuka untuk umum oleh siapapun yang berusia 19-30 tahun. Dan memiliki cara pandang terbaik dalam melihat peran perempuan di Indonesia.

Saat ini memang isu terkait kesetaraan gender sangat dibahas di semua kalangan, hal ini karena semakin canggih teknologi dan kemajuan jaman, Indonesia bukan lagi negara yang hanya bergantung pada kaum laki-laki saja. Namun juga peran perempuan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan perekonomian dan kemajuan secara keseluruhan. Indonesia memiliki segala macam hal yang dibutuhkan untuk maju, termasuk peran perempuannya. Oleh karena itu, kemajuan perempuan juga menjadi tolak ukur untuk peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh.