Senin, 22 Juli 2019

Begini Efek Samping Eperisone, Obat Pelentur Otot

Setelah minum obat eperisone, otot-otot yang ada di tubuh kamu akan terasa lentur kembali. Tetapi, jangan salah gunakan obat ini sebagai pengganti pemanasan sebelum berolahraga karena kamu justru bisa merasakan efek sampingnya yang negatif.

Eperisone merupakan obat golongan relaksan otot. Artinya, ia banyak digunakan untuk mengobati otot yang kaku atau nyeri pada leher, punggung, kaki, tangan, maupun seluruh tubuh.

Penyebab terjadinya kekakuan otot ini pun beragam. Mulai dari cedera, kurang pemanasan sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas berat lainnya, hingga stres atau tegang bisa menyebabkan otot kamu tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Di sisi lain, obat ini juga bisa menimbulkan efek samping, misalnya:
- Mengantuk
- Pusing
- Tubuh terasa lemah
- Rasa baal dan gemetar di bagian tubuh tertentu
- Gangguan saluran cerna
- Gangguan hati dan ginjal
- Perubahan sistem darah
- Kulit kemerahan (iritasi)
- Gatal
- Gangguan ketika buang air kecil
- Syok (pada kasus yang parah)
Memang, efek samping ini tidak selalu timbul setiap kali kamu minum obat eperisone. Namun, ketika muncul efek samping ini, langsung periksakan kondisi kamu ke dokter atau tenaga medis lainnya agar gejalanya cepat tertangani.

Perhatikan ini sebelum minum eperisone

Pada orang dewasa, dosis eperisone yang dianjurkan ialah 50 mg dan dikonsumsi 3 kali sehari. Namun, dokter mungkin akan meresepkan dosis yang berbeda tergantung kondisi penyakit kamu.
Secara umum, terdapat beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum minum eperisone, di antaranya:
- Konsumsi obat ini setelah makan
- Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika kamu memiliki gangguan fungsi hati
- Komunikasikan juga dengan dokter jika kamu ingin mengonsumsi obat lain bersamaan dengan eperisone
- Jenis obat yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi bersama dengan eperisone adalah tolperisone HCL dan methocarbamol
Jangan paksakan diri jika memang kamu tidak cocok mengonsumsi obat eperisone. Dokter akan memberikan obat pereda kaku atau nyeri otot lain untuk kamu.

5 Mitos dan Fakta Penyebab Kanker Otak, Kamu Wajib Tahu

Segala jenis kanker terdengar sebagai penyakit yang menyeramkan, tidak terkecuali kanker otak. Anggapan ini diperkuat dengan fakta bahwa penyebab kanker otak biasanya tidak diketahui secara pasti.

Kanker Otak
Kanker Otak
Hal ini tidak jarang memunculkan banyak spekulasi mengenai penyebab kanker otak itu sendiri.

Berikut rangkuman mengenai mitos dan fakta penyebab kanker otak secara medis.

1. Merokok bisa menyebabkan kanker otak? FAKTA!
Ya, merokok bukan hanya meningkatkan risiko kamu terkena kanker paru-paru dan kelainan fungsi jantung, melainkan juga kanker otak. Semakin lama kamu merokok, semakin tinggi risiko kamu terkena kanker otak ini.

2. Anak muda tidak mungkin terkena kanker otak? MITOS!
Orang yang sudah berusia lanjut (lansia) memang lebih berisiko terkena kanker otak, tapi tidak menutup kemungkinan orang berusia produktif juga terserang penyakit ganas ini. Salah satu contoh konkretnya adalah publik figur Agung Hercules yang terkena tumor otak jenis glioblastoma di usianya yang baru menginjak 42 tahun.

3. Risiko Kanker otak bisa diturunkan kepada anak? FAKTA!
Seperti halnya diabetes, anak yang memiliki orangtua pernah terserang kanker otak lebih rentan menderita penyakit yang sama di kemudian hari sebesar 5-10%. Selain itu, terdapat beberapa sindrom genetik yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker otak, seperti neurofibromatosis I dan II, sindrom Li-Fraumeni, sindrom von Hippel Lindau, dan lain-lain.

4. Melakukan CT Scan dapat meningkatkan risiko kanker otak? FAKTA!
Pada dasarnya, paparan radiasi yang mengarah ke kepala, termasuk tindakan CT Scan, X-ray, dan terapi radiasi lainnya meningkatkan risiko kamu terkena kanker. Radiasi kadang kala membuat susunan DNA di tubuh manusia berubah sehingga mengaktifkan sel-sel kanker di dalam tubuh.
Hanya saja, tindakan ini juga memberi banyak manfaat, salah satunya untuk mengetahui kondisi kesehatan di dalam tubuh kita. Oleh karenanya, tidak sedikit orang yang tidak ragu menjalani CT Scan atau pemeriksaan citra yang sejenis.

5. Radiasi ponsel juga mengakibatkan kanker otak? MITOS!
Belakangan, berkembang opini bahwa radiasi telepon seluler (ponsel) bisa menyebabkan kanker otak. Apalagi, International Agency for Research on Cancer (IARC) memasukkan ponsel sebagai salah satu penyebab kanker otak.

Faktanya, hingga kini belum ada penelitian yang bisa membuktikan hubungan radiasi ponsel dengan kanker otak. Dengan kata lain, klaim bahwa ponsel dapat menyebabkan kanker otak masih diragukan.

Senin, 08 Juli 2019

Jangan Sembarangan Minum Ponstan, Ini Efek Sampingnya

Hampir setiap orang yang pernah merasakan sakit gigi juga pernah meminum Ponstan. Padahal, tahukah kamu jika obat ini juga bisa menyembuhkan sakit kepala, nyeri otot, nyeri setelah operasi, dan nyeri yang disebabkan oleh trauma?

Ponstan
Ponstan
Ya, Ponstan merupakan jenis obat asam mefenamat yang pada dasarnya berfungsi sebagai obat antiradang (meredakan bengkak dan nyeri). Obat ini berbentuk tablet salut selaput yang di Indonesia beredar dengan merk dagang Pfizer.

Meski termasuk obat yang mudah ditemui secara bebas di apotek maupun toko obat, Ponstan sebetulnya merupakan obat yang seharusnya hanya boleh dikonsumsi dengan resep dokter lho. Pasalnya, obat ini memiliki efek samping berupa mual, diare, dan muntah.
Dalam kasus yang serius, Ponstan bahkan bisa menyebabkan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Selain itu, obat ini bisa membuat munculnya lepuh pada mata, mulut, dan area genital, serta membuat Anda muntah darah atau disertai partikel gelap seperti bubuk kopi.

Jika menemukan gejala ini setelah kamu minum Ponstan, langsung periksakan diri ke dokter ya.

Apa yang harus diperhatikan saat minum Ponstan

Tidak perlu ‘parno’ alias paranoid begitu mengetahui efek samping Ponstan di atas ya. Kejadian itu cukup langka kok. Lagipula, kamu bisa terhindar dari komplikasi itu dengan catatan:
-          
Selalu mengikuti anjuran dokter atau membaca petunjuk pada kemasan Ponstan sebelum mengonsumsi obat.
-          Meminum Ponstan bersama makanan.
-          Tidak minum alkohol dan merokok saat menggunakan Ponstan.

Kamu sebaiknya tidak meminum obat ini tanpa resep jika kamu tengah hamil. Pasalnya, kandungan di dalam Ponstan dapat terserap oleh janin dan mengakibatkan komplikasi kehamilan.

Konsultasikan terlebih dahulu penggunaan Ponstan ini jika kamu memiliki masalah medis, seperti hipertensi, gagal jantung kongestif dan edema, serta radang usus. Sebaliknya, jangan mengonsumsi obat ini jika memiliki kondisi medis, seperti gagal ginjal atau hati, bronkospasme, dan peradangan kronis pada saluran cerna bagian atas atau bawah.
Jangan juga mengonsumsi Ponstan bersamaan dengan obat lainnya karena berpotensi mengakibatkan perdarahan saluran cerna.
Lalu, adakah cara yang lebih aman untuk menyembuhkan sakit gigi selain minum Ponstan? Ya, periksakan sakit gigi kamu ke dokter gigi dong

LinkAja Promo Indonesia

LinkAja adalah aplikasi berbasis dompet digital yang dimiliki oleh BUMN atau perusahaan milik negara. LinkAja telah resmi dipublish oleh Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia di seputaran Gelora Bung Karno Jakarta pada akhir pekan yang lalu. LinkAja sampai saat ini merupakan platform pembayaran secara digital yang digawangi oleh sebanyak 7 perusahaan BUMN seperti Telkomsel, Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI, Pertamina, dan juga Asuransi Jiwasraya. Dengan hadrinya dompet digital LinkAja, maka persaingan aplikasi dompet digital di Indonesia semakin ketat. Karena sebelum LinkAja diluncurkan, terdapat dompet digital yang terlebih dahulu eksis di tanah air, seperti Go-Pay, OVO, Dana, dan juga Paytren milik Ust. Yusuf Mansyur.
LinkAja
LinkAja

Seperti yang diketahui, Go-Pay merupakan palikasi dompet digital yang paling populer di Indonsia. hal ini berdasarkan data dari Fintech Report 2018 yang dirilis oleh DailySocial dan juga OJK (otoritas Jasa Keuangan). Go-Pay yang dimiliki oleh Gojek itu berhasil merebut pangsa pasar terbanyak. Berdasarkan hasil data dari Dailysocial dan OJK, sebanyak 79,4% responden menggunakan dompet digital Go-pay. Sementara itu, OVO menempati urutan kedua dengan jatah 58,4%. Tiap aplikasi dompet digital memiliki karakter serta fitur unggulannya masing-masing.

Danu Wicaksana, CEO LinkAja menyebutkan dirinya berharap bahwa dengan hadirnya LinkAja mampu mengurangi penggunaan uang tunai dalam bertransaksi (cashles) Danu juga berujar bahwa dengan menggunakan platform uang elektronik sebagai instrumen pembayaran maka akan meningkatkan suatu inklusi keuangan.