Tampilkan postingan dengan label Blok Rokan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blok Rokan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2018

Blok Rokan dan Perbedaannya dengan Industri Lain

Bonus Tanda Tangan Blok Rokan masih menjadi sesuatu yang diperbincangkan, hal itu karena Pertamina sebagai pengelola blok tersebut diwajibkan untuk membayarkan bonus tersebut sesegera mungkin. Bonus ini menjadi salah satu syarat bagi Pertamina yang ingin mengelola blok tersebut usai 2021.

Blok Rokan
Blok Rokan
Adapun bonus tanda tangan Blok Rokan mencapai US$ 783 juta. Selain bonus tanda tangan, Pertamina juga berkewajiban membayar jaminan pelaksanaan sebesar 10 persen dari komitmen pasti sebesar US$ 500 juta. Meski begitu, Pertamina belum bisa memastikan penandatanganan kontrak Blok Rokan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu pun belum tahu, mengenai transaksi pembayaran bonus tanda tangan itu menggunakan Dolar Amerika Serikat atau Rupiah. Yang jelas, hingga tahun depan, Pertamina belum ada rencana untuk melakukan transisi di Blok Rokan.

Bonus tanda tangan memang sudah umum ditemui di sejumlah wilayah kerja pertamina. Terutama untuk berbagai wilayah lain yang memang memiliki standar yang tinggi, karena bagaimanapun pihak daerah memiliki hak untuk memperoleh ini karena bagian dari upaya membantu daerah tersebut memaksimalkan kinerja dan pendapatan daerah.

Minggu, 30 September 2018

Tak Capai Target, Blok Rokan Tergeser Blok Cepu

Tergeser blok Cepu, Posisi Blok Rokan sebagai penyumbang lifting terbesar tergeser. Pimpinan Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher mengungkapkan bahwa produksi blok rokan yang dimulai tahun depan turun sampai ke level 180 ribu barel per harinya (bph).

Blok Rokan
Blok Rokan
Sedangkan produksi untuk periode tahun ini targetnya hanya 213.551 bph. Blok Rokan yang berlokasi di Riau ini, sekarang tidak lagi menjadi andalan utama dalam meningkatkan target produksi minyak mentah yang siap jual (lifting) di tahun 2019. padahal, pada kenyataannya dalam beberapa tahun belakangan ini, blok yang saat ini dikelola oleh Chevron Indonesia dan akan dialihkan ke Pertamina pada tahun 2021 itu menjadi tumpuan utama dalam mengejar target lifting. penurunan produksi itu, menurut Wisnu adalah suatu kejadian yang sangat alamiah karena blok tersebut sudah emmasuki usia yang senja dan tergolong tua untuk ukuran kilang minyak yaitu sudah lebih dari 50 tahun diproduksi.