Tampilkan postingan dengan label Harga Minyak Brent. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harga Minyak Brent. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2018

Harga Minyak Brent Terus Menurun

Harga Minyak Brent terus merosot dan tahun ini sudah mencapai 26% tingkat kemerosotannya. Hal inilah yang membuat industri migas masih dalam keadaan menunggu, serta harga bbm yang kemungkinan bisa diturunkan dari yang dijual saat ini di SPBU. Ada begitu banyak pilihan yang bisa dipilih oleh pemerintah saat ini, namun tentu harga minyak brent ini bisa menjadi patokan hal-hal apa saja yang bisa dilkaukan oleh pemerintah kedepannya.

Harga Minyak Brent
Harga Minyak Brent
Selama tahun 2018 ini, harga minyak brent bisa dibilang naik turun. Namun di tiga bulan terakhir justru penunurannya makin tinggi, hal ini membuat sebagian pengusaha khawatir akan efek yang mungkin ditimbulkan karena penurunan yang terus menerus ini.

Industri hilir juga harus menerimal kondisi real bahwa dengan turunnya harga ini membuat tingkat keekonomian suatu proyek makin berkurang dan mengakibatkan menurunnya potensi penerimaan yang bisa diraih oleh para pengusaha. Semoga ada kejelasan kedepannya terkait masa depan harga minyak brent dunia ini.

Minggu, 07 Oktober 2018

Harga Minyak Brent Dunia Makin Meroket

Ketidakpastian global dan sanksi terhadap dua negara pengekspor minyak yang sangat besar yakni Iran dan Venezuela membuat pasokan dan permintaan minyak brent di dunia menjadi terganggu. Meski OPEC sudah mengupayakan untuk menaikkan tingkat produksi, Namun Harga Minyak Brent naik jauh melebihi ekspektasi yakni di angka $85 USD/barel. Hal ini mengganggu kegiatan ekonomi negara pengimpor minyak tersebut seperti Indonesia yang berimbas pada penurunan nilai mata uang rupiah akibat tekanan terhadap mata uang dolar AS yang terus menguat.

Harga Minyak Brent
Harga Minyak Brent
Minyak Brent masih menjadi primadona dan kebutuhan utama dari hampir seluruh negara di dunia. Pasokan dari tiap negara pengekspor ini akan mempengaruhi harga di pasaran, seperti contohnya beberapa tahun lalu yang sempat jatuh ke angka $30 USD/barel. Akibat lesunya pertumbuhan ekonomi global yang juga disertai dengan ketidakmampuan sejumlah negara mencukupi kebutuhan nasionalnya.

Pengaruh dari kenaikan minyak brent ini tentu sangat dirasakan oleh Indonesia, karena sebagian besar kebutuhan masih melalui impor yang jika harganya sudah naik dua kali lipat seperti saat ini. Maka beban anggaran terhadap ekspor akan makin naik sehingga defisit perdagangan akan makin tinggi. Bagaimana cara kita menurunkan ketergantungan terhadap minyak dunia ini? Tentu dengan banyak memanfaatkan energi alternatif selain dari fossil ini, juga membangun dan meningkatkan produksi minyak di dalam negeri sehingga rasio impor bisa diperkecil. Menemukan lebih banyak cadangan terbukti juga akan membuat kita lebih memiliki kekuatan untuk lebih mandiri.