Tampilkan postingan dengan label Suku Bunga Acuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suku Bunga Acuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2018

Suku Bunga Acuan untuk Jaga Rupiah

Suku Bunga Acuan kembali menjadi pembahasan yang cukup panjang karena akan berdampak pada banyak hal, salah satunya adalah gairah investasi yang bisa makin memuncak ataupun sebaliknya. Strategi BI dalam menaikkan suku bunganya juga akan berimbas pada kebijakan banyak perusahaan dalam menganggarkan pembiayaannya.

Suku Bunga Acuan
Suku Bunga Acuan
Ketidakpastian global dampak dari kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS), ancaman perang dagang serta defisit neraca perdagangan Indonesia membuat nilai tukar rupiah terpuruk hingga di atas level Rp 15 ribu/dolar AS. Karena dianggap berisiko, dana asing keluar dari pasar finansial dometik dan mengalihkan investasinya dalam aset dolar AS yang diangggap aman menjadi pemicu rupiah terpuruk hingga ke level terendahnya dalam 20 tahun terakhir pada tahun ini. Untuk menahan agar rupiah tidak terpuruk lebih dalam, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya agar investasi di pasar finansial domestik tetap menarik. Namun, bank sentral juga harus menjaga kenaikan suku bunga acuannya agar sektor riil bisa tetap tumbuh.

Strategi ini mungkin bukan pertama kali yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia. Namun pengaruhnya akan sangat besar jika makin besar perubahannya maka akan membuat banyak ekonomi tumbuh stabil.

Jumat, 09 November 2018

Seberapa Besar Suku Bunga Acuan Saat Ini?

Suku Bunga Acuan menjadi salah satu yang paling diperhatikan pergerakannya. Karena hal ini akan memberikan tekanan secara tidak langsung ke berbagai hal termasuk pada perubahan investasi dan kemampuan daya beli masyarakat. Bank Indonesia sebagai bank sentral yang memiliki kendali untuk melakukan intervensi pasar sebenarnya sudah bekerja dengan sangat baik dalam mempertahankan suku bunga acuannya.

Suku Bunga Acuan
Suku Bunga Acuan
Sejak Mei 2018, BI telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak lima kali atau sebesar 150 basis poin (bps). Bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuannya dampak dari membaiknya perekonomian serta tingginya inflasi Negeri Paman Sam membuat mata uang regional, termasuk rupiah melemah. Untuk meredam depresiasi rupiah, BI dan bank sentral negara-negara lainnya ikut menaikkan suku bunga acuannya.