Kamis, 10 Januari 2019

Saham Freeport Statusnya Saat Ini

Saham Freeport akhirnya memiliki kejelasan yang baru setelah akhirnya pemerintah secara resmi membelinya dari Freeport. Hal ini ditegaskan melalui skema yang melibatkan banyak BUMN energi yang dalam hal ini yang menjadi pelopornya adalah Antam. Freeport memang menjadi hal yang terus hangat dibahas selama 10 tahun terakhir karena kontraknya yang mulai berakhir. Strategi pemerintah untuk menguasai sahamnya pun kini bisa dikatakan sukses.

Saham Freeport
Saham Freeport
Selain menjadi pemegang saham secara langsung, Inalum juga menjadi pemegang saham secara tidak langsung PTFI sebesar 15% melalui PTII. Jadi secara total Inalum menguasai 41,2% saham PTFI. Sebab Inalum merupakan pemegang 60% saham perusahaan patungan dengan Pemda Papua, yakni BUMD Papua yang merupakan pemegang 25% saham PTII. Sementara Pemerintah Kabupaten Mimika menjadi pemegang 7% saham PTFI dan Pemerintah Provinsi Papua sebesar 3%. Kepemilikan tersebut berasal dari BUMD Papua yang menjadi pemegang 40% saham PTII. Sementara pemegang saham BUMD Papua adalah Pemerintah Kabupaten Mimika sebear 70% saham dan Pemerintah Provinsi Papua sebesar 30%.

Dengan pembelian saham ini, diharapkan Indonesia akan mampu menikmati hasil tambang freeport lebih besar dari sebelumnya. Karena banyaknya cadangan yang dihasilkan di area ini membuat siapapun berhasrat untuk menguasai daerah ini.

Ekspor Nonmigas Indonesia

Ekspor Nonmigas Indonesia mengalami perbaikan sepanjang 2018, meskipun belum sepenuhnya menjadi negara eksportir, namun berbagai hal sudah bisa dipetik hasilnya. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor nonmigas ada banyak, dan salah satunya adalah Cina. Selain mengimpor barang dalam jumlah besar, hubungan dagang Indonesia-Cina juga membaik dengan makin besarnya porsi ekspor Indonesia ke negara tersebut.

Ekspor Nonmigas
Ekspor Nonmigas
Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia adalah Amerika Serikat dengan nilai US$ 16,9 miliar atau sekitar Rp 234,75 triliun dan diikuti Jepang dengan nilai US$ 15,5 miliar atau setara Rp 219,68 triliun di urutan ketiga. Sebagai informasi, nilai ekspor nonmigas Indonesia periode Januari-November 2018 mencapai US$ 150,15 miliar tumbuh 7,47% dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya sebesar US$ 139,72 miliar.

Di 2019 nanti diharapkan produksi nasional akan terus digenjot. Dan beberapa hal mulai menjadi tantangan baru, ada beragam hal yang bisa menjadikan indonesia mampu mendulang keuntungan lebih tinggi dari sisi ekspor, dan tentunya pemerintah sedang mempelajari skema tersebut.

PLTGU Jawa 1 Masih Dalam Tahap Penyelesaian

PLTGU Jawa 1 merupakan salah satu proyek besar yang terus dikebut pembangunannya oleh Indonesia. Ada berbagai kepentingan mengapa pemerintah terus mengebut proyek ini, salah satunya adalah meningkatkan rasio elektrifikasi serta pencapaian trget 35 ribu megawatt yang dikejar oleh pemerintahan Jokowi di periode awal kepemimpinannya. Dengan aktifnya PLTGU Jawa 1 ini, maka capaian yang dihasilkan akan terus membesar dan diharapkan target bisa dicapai dalam waktu yang telah ditentukan.

PLTGU Jawa 1
PLTGU Jawa 1
Pembangunan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Ia didampingi Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Edwin Hidayat Abdullah’ Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Direktur Pengadaan Strategis PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Supangkat Iwan Santoso.

Acara ini juga dihadiri Duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr, Duta Besar Jepang Masafumi Ishii, Duta Besar Korea Kim Chang Beom, Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari. Hadir juga Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng; direksi dan komisaris Pertamina dan PLN.

PLN menjadi pihak yang sangat dipercaya untuk mengurusi proyek ini. Output yang dihasilkan akan sangat dibutuhkan oleh Indonesia untuk pemenuhan konsumsi dalam negeri, dan tentunya untuk membuat cadangan listrik tanah air makin membaik. Ada beragam hal yang masih akan terus dikembangkan Indonesia tahun ini.

Senin, 07 Januari 2019

Dana Kampanye Prabowo-Sandi untuk Urusan Kampanye Pilpres

Dana Kampanye Prabowo-Sandi tumbuh sangat cepat dan membuat mereka saat ini unggul atas pasangan Jokowi-Ma'ruf, ada begitu banyak kebingungan bagi semua pihak akan darimana datangnya dana besar tersebut, karena selama beberapa waktu terakhir Prabowo bahkan mengkritik karena sedikitnya pihak yang menyumbang untuk menaikkan dana kampanye tersebut.

Dana Kampanye Prabowo-Sandi
Dana Kampanye Prabowo-Sandi

Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf berhasil mengumpulkan dana Rp 55,99 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas Rp 11,9 miliar merupakan dana awal dan Rp 44,09 miliar sumbangan dana kampanye sepanjang 23 September 2018-1 Januari 2019. Sementara dana yang dikumpulkan Tim Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandi mencapai Rp 56,05 miliar. Angka itu terdiri dari Rp 2 miliar merupakan dana awal dan Rp 54 miliar sumbangan dana kampanye. Sebelumnya, Sandiaga Uno diberitakan telah menjual kepemilikan sahamnya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dengan nilai lebih dari Rp 500 miliar untuk biaya kampanye di  pemilihan presiden 2019.

Masih ada banyak waktu yang bisa dikembangkan untuk memperbanyak dan memperbaiki postur dana kampanye. Mungkin saja dari pihak Jokowi akan mendapatkan dana lebih tinggi kedepannya, dan kita semua tidak ada yang mengetahui akan kemungkinan ini nantinya.

Sumber Pembangkit Listrik Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

Sumber Pembangkit Listrik yang ada di Indonesia akan terus diperbanyak dan dikembangkan dari sisi produksinya. Indonesia dibawah pemerintahan Jokowi-JK memang memasang target ambisius dengan peningkatan rasio elektrifikasi yang besar. Namun, sejumlah halangan juga dihadapi pemerintah selama upaya peningkatan ini. Dan hal tersebut sama sekali tak melunturkan semangat untuk terus menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Sumber Pembangkit Listrik
Sumber Pembangkit Listrik
Selain mengatur mengenai PLT BBN, peraturan ini juga menambahkan mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) fotovoltaik. Dalam pasal 1 ayat 7 disebutkan bahwa PLTS fotovoltaik adalah pembangkit listrik dengan menggunakan modul fotovoltaik yang langsung diinterkoneksikan ke jaringan tenaga listrik PT PLN.

Dalam permen yang lama hanya mengatur pembangkit tenaga listrik yang di antaranya menggunakan sumber energi sinar matahari, angin, tenaga air, dan biomassa. Juga yang terkait biogas, sampah kota, panas bumi, gerakan dan perbedanaan suhu lapisan laut.

Beragam upaya perbaikan terus dilakukan pemerintah untuk membuat listrik Indonesia semakin tinggi dan terjangkau ke seluruh pelosok tanah air. Indonesia membutuhkan lebih banyak energi untuk membantu peningkatan produksi nasional. Ada beragam keberhasilan yang juga diraih selama lima tahun terakhir ini.

Dana Kampanye Sandiaga Uno Paling Besar

Dana Kampanye Sandiaga Uno yang jumlahnya sangat besar masih menjadi misteri bagi semua orang. Memang jika saat ini pengumpulan dana kampanye ini menghasilkan data yang cukup mengejutkan dimana pihak Sandiaga Uno memiliki banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan pihak Jokowi-Ma'ruf.

Dana Kampanye Sandiaga Uno
Dana Kampanye Sandiaga Uno
Dari penjualan saham tersebut, Sandiaga telah mengantongi Rp 567,33 miliar. Dana tersebut bakal digunakan untuk pembiayaan kampanyenya selama Pilpres 2019 lantaran laporan dari Bendahara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga menyebutkan kebutuhan dana kampanye sangat besar. Sementara itu, donasi yang masuk ke kas BPN Prabowo-Sandiaga masih minim.

"Saya harus all out, menjual saham yang saya miliki untuk membiayai kampanye, karena sampai saat ini belum ada donasi," kata Sandiaga, di Rumah Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Malang, Jawa Timur, Rabu (5/12). Meski demikian, uang ratusan miliar hasil penjualan saham tersebut belum tergambar dalam laporan dana kampanye yang dirilis BPN Prabowo-Sandiaga.

Sandiaga memang dikenal sebagai tokoh yang ambisius dan mau berkorban untuk membuat pihaknya menjadi lebih kuat. Ada begitu banyak pengorbanan yang dilakukan oleh sandiaga uno, dan diharapkan semuanya berbanding lurus dengan apa yang ia dapatkan nantinya.

Refund Bolt dan First Media Berlangsung Cepat

Refund Bolt dan First Media masih berlangsung hingga saat ini dan ada begitu banyak untung rugi yang akan kita dapatkan. Memang pemutusan ini membuat layanan Bolt akhirnya harus berakhir di tengah jalan, namun pelanggan yang sudah terlanjur memiliki paket data atau membeli layanan bolt tersebut bisa melakukan refund dana yang caranya bisa dilakukan sesuai intruksi yang ada di web official.

Refund Bolt dan First Media
Refund Bolt dan First Media
"Pelanggan yang melakukan refund hingga siang hari ini tercatat 3.321. Proses refund telah selesai ditransfer ke pelanggan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam siaran pers, Kamis (3/1). Secara rinci, sebanyak 2.581 proses pengembalian hak pelanggan dilakukan melalui gerai dan 740 secara online.

Kementerian Kominfo menerima laporan bahwa kedua perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Lippo itu membuka gerai layanan bagi pelanggan di 28 lokasi. Sebanyak 25 lokasi gerai di antaranya berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Lalu, sisanya berada di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Ada begitu banyak hal yang disayangkan dari pemutusan Bolt ini. Terutama karena jumlah pelanggan bolt yang sangat tinggi, pihak provider pun mau tak mau harus gigit jari karena situasi yang dihadapi oleh perusahaannya tersebut yang tak mampu menyelesaikan kewajibannya.