Senin, 21 Januari 2019

Angka Putus Sekolah Cermin Pembangunan

Angka Putus Sekolah anak indonesia masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan negara tetangga lain. Ada begitu banyak hal yang mendasari angka ini, salah satunya adalah pemerataan pembangunan yang tak cukup baik. Ada banyak kota dan daerah yang menjadi prioritas, namun ada juga daerah yang sama sekali tak tersentuh. Tak hanya itu, ketimpangan pembangunan manusia juga masih dirasakan hingga saat ini.

Angka Putus Sekolah
Angka Putus Sekolah
Dana desa bersama dukungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dapat dimanfaatkan untuk membantu anak-anak yang putus sekolah di perdesaan. Hal ini sudah diterapkan dalam mendukung Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

Salah satunya di Desa Wanatirta, Brebes. Penggunaan dana desa sebesar Rp 60 juta telah mengembalikan 9 anak kembali ke bangku sekolah. Begitu juga di Desa Botteng Utara, Mamuju, yang mengalokasikan dana APBD sebesar Rp 42,3 juta untuk mengembalikan 13 anak ke sekolah. Adapun sebanyak 1.212 anak putus sekolah telah kembali mengenyam pendidikan selama pelaksanaan program GKB sejak Juli 2017 hingga Mei 2018.

Angka putus sekolah ini harus diminimalisir, agar Indonesia menjadi negara yang terus menciptakan bibit unggul dari segi manusianya. Ada banyak pekerjaan dari pemerintah yang belum selesai hingga detik ini, dan itu harus segera diselesaikan sebaik mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar